Kunci Kebahagiaan dalam Rumah Tangga Agar Tetap Langgeng


Saat masih muda, memilih-milih Pasangan untuk menjadi pasangan seumur hidup, sehidup sesurga (katanyaaa.... Cie Ciee)
(Apa ga Bosen didunia ketemu disurga ketemu. Hehe)
Memilih dengan detail dan segala kriteria harus Pas takarannya. lalu dicobalah masa penjajakan dengan Pacaran dan dilanjut ke Pernikahan (Itu pun kalau cocok atau ga karena terpaksa hehe)
Begitu sudah menikah, sudah tau sifat masing-masing, sudah tau kekurangan dan kelebihan Pasangannya, nah ini dia awal masalah.
Bagaimana kita menyikapinya ?
Jika Kita Menyikapi dengan banyak melihat dari sisi Kekurangannya saja maka...
Kebahagiaan yang diimpikan semakin lama semakin hilang, kecemasan, ketidaknyamanan dan keluhan semakin hari semakin menggulung dan menyelimuti kehidupan kita.
Mulailah kebahagiaan yang diimpikan menjadi hilang seperti Fatamorgana, dianya lenyap entah kemana mulailah kehidupan kita kembali pada ketidaknyamanan...
Semua terjadi ternyata dari diri kita.
Kita terlalu ingin Bahagia dengan Pasangan kita sampai menggenggam Erat Keinginan Kebahagiaan itu. Tapi apa yang terjadi? Kemelekatan akan menghadirkan Kesengsaraan..!!
Kita terlalu banyak meminta tanpa mau memberi..!!
Kita terlalu sibuk meminta dicintai, diperhatikan, disayang, dimaklumi, dimengerti dan segudang permintaan lainnya.
Tapi sudahkah kita Memberi Cinta, memperhatikan, dengan tulus, menyayangi sepenuh hati, Memaklumi apapun kekurangan pasangan kita dan Mengerti apa yang diinginkankannya.
Dalam Fase penuh kekecewaan, ketidaknyamanan dan ketidakharmonisan biasanya akan mencari jalan keluar atas permasalahn rumah tangga ini ?
Anehnya yang bermasalah didalam tapi mencari penyelesaian justru keluar, Mulailah sang lelaki mencari kenyamanan lain, mencari Fatamorgana lain dan disinilah akar perselingkuhan.
sedangkan si Istri mencari kenyamanan dengan memilih tuk berpisah (jika mampu) atau memilih mencari Fatamorgana lain atau memilih menerima penderitaan batin dan hidup dengan keluhan yang diulang2 sehingga menjadi doa yang ajaib dan Manjur untuk kehidupan yang penuh kesengsaraan.
Sisuami sibuk mencari kenyamanan dengan wanita lain dan berharap dia mendapatkan kebahagian, demi keegoisan dirinya dia merusak Dirinya, Istrinya dan Anaknya.
Jikapun tidak berpisah selalu saja ada dalil untuk Poligami, berlindung atas nama kemanusiaan, sunnah nabi dan menolong, padahal dihati kecilnya diamencari kenyamanan lain dan kesenangan lain yang dibalut dengan keegoisannya.
Begitulah jika kita mengejar Fatamorgana Kebahagiaan berumah tangga, selalu menuntut yang terbaik, menuntut dicintai, dimengerti, dilayani dan banyak tuntutan lainnya tanpa memberi Cinta dengan setulus Hati.
Berumah Tangga adalah jalan meredam keegosian nafsu dalam diri, jalan berlatih menuju kesadaran Ilahi, jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, jalan mengenal diri ini dan Jalan mengenal Tuhan.
Berumah Tangga bukanlah hanya sekedar menuruti Ego, Kesenangan dan Birahi semata. tapi ia adalah Jalan Spiritual terindah.
Baiklah pada Pasanganmu dan segala kebaikan Semesta akan menghampirimu. Mari Cintai Pasanganmu sepenuh hati sepenuh jiwa dan beri saja yang terbaik padanya tanpa berharap pamrih karena itu adalah ujian ikhlas sebenarnya.
loading...
Previous
Next Post »